Paul Scholes Tak Tergoda Kembali Bermain

Mantan pemain MU ini enggan untuk bermain lagi

Microsoft Rekrut Hacker 14 Tahun Pembobol Game

Bocah yang dikenal di dunia maya dengan nama samaran 'Jake' ini mulai naik daun ketika ia bisa membobol server game Call of Duty

Makanan Enak Pencetus Penyakit Mematikan, Kanker

Laporan para ahli gizi menyatakan bahwa 80-90 persen dari berbagai bentuk kanker berkaitan erat dengan makanan yang dikonsumsi sehari-hari

Pekarangan omahku

Rek iki pekarangan omahku seng ndek Inggris.

Gunung Bromo

Iki gunung bromo tepak Kakekku sek bujang

Minggu, 12 Juni 2011

Redknapp Berharap Modric Tak Dijual

London - Dengan datangnya tawaran dari beberapa klub raksasa, Luka Modric dikabarkan mulai berpikir untuk hengkang. Namun, Harry Redknapp berharap petinggi klub bisa menahannya.

"Saya adalah pemain Tottenham dan akan berada di London pada 7 Juli untuk memulai persiapan musim baru. Namun, saya bisa bilang jika transfer bisa saja terjadi setelah itu. Di Inggris kasus seperti ini sering terjadi di hari terakhir periode transfer, 31 Agustus," ujar Modric beberapa waktu lalu.

Pernyataan itu memang menyebutkan komitmennya untuk tetap bermain bersama Tottenham Hotspur sesuai kontraknya. Namun, pemain asal Kroasia itu juga tak menampik kemungkinan untuk pindah.

Maka, tinggallah Redknapp berusaha menahannya mati-matian. Ia tahu bahwa ketertarikan dari klub seperti Manchester United dan Chelsea bisa saja membuat pemain andalannya itu goyah.

"Jika klub sekaliber Manchester United dan Chelsea bersiap menawarinya bermain di Liga Champions dan gaji besar, maka adalah hal yang naif jika Anda berpikir Luka tidak akan tertarik," ujarnya di Sky Sports.

"Tapi, saya sudah mengatakan kepada chairman untuk tidak menjualnya, seperti apa pun situasinya."

Redknapp punya alasan untuk tak mengizinkan pemain mungil--bertinggi 170 cm--itu pergi. Ia menyebut, Modric tidak tergantikan.

"Saya sudah mengatakan beberapa kali bahwa ia tak tergantikan dan akan menjadi bencana besar jika klub mengizinkannya pergi."



sumber: http://bit.ly/mH0XS0

Selasa, 03 Mei 2011

Telkom Bidik Rp 1,5 Triliun dari Musik Digital

Jakarta - Penjualan musik digital yang ditawarkan ke pasar oleh Telkom melalui berbagai platform teknologi diharapkan dapat tumbuh 100% pada tahun 2011 ini atau mencapai angka Rp 1,5 triliun.

Menurut Direktur IT& Supply Telkom Indra Utoyo, tahun lalu penjualan musik digital beserta ekosistemnya mencapai Rp 770 miliar sehingga berhasil menyumbang sekitar 1,1% bagi total omzet Telkom.

"Kami ingin kontribusi itu meningkat paralel dengan pertumbuhan penjualan yang diharapkan 100 persen," kata Indra di Grha Citra Caraka, Jakarta, Selasa (3/5/2011).

Telkom Group sendiri telah menggarap bisnis musik digital sejak tujuh tahun lalu ditandai dengan peluncuran produk Ring Back Tone (RBT) melalui anak usaha Telkomsel, Plasa.com, Speedytrek, Langit Musik, Flexi Musik, dan terakhir lewat Melon.co.id.

Melon alias melody online, merupakan perusahaan patungan yang bergerak di bidang Digital Content Exchange Hub (DCEH) dengan operator SK Telecom dari Korea Selatan akhir tahun lalu. Investasi yang ditanamkan keduanya sebesar Rp 100 miliar.

"Ada beberapa industri yang akan migrasi menjadi digital yaitu musik, film, dan game. Di musik ini Telkom menguasai 60-70 persen pangsa pasar penjualan," kata Indra.

"Sebenarnya potensi bisnis musik itu besar, mencapai Rp 6 triliun, tetapi yang masuk kategori penjualan legal cuma sekitar Rp 1,2 triliun hingga Rp 1,3 triliun saja," paparnya lebih lanjut.

Untuk mencapai target yang ditetapkan, Telkom pun memperkenalkan layanan Speedy Music Unlimited yang memungkinkan para pelanggan Speedy mengunduh berbagai konten musik digital secara legal.

"Kami menyinergikan penjualan lagu-lagu di Melon dengan Speedy. Hal ini karena kita sadar, di kondisi industry yang Freemium, konten musik tidak bisa dijual secara terpisah dengan produk telekomunikasi," pungkas Indra.




( rou / fyk )

Duet Microsoft & RIM Tantang Google

Jakarta - Aliansi antara Microsoft dan Research in Motion (RIM) menghadirkan Bing sebagai mesin cari default di perangkat BlackBerry. Duet dua raksasa di ranah pencarian online ini dinilai sebagai tantangan bagi sang penguasa, Google.

Analis berspekulasi bahwa Microsoft, yang sebelumnya sudah beraliansi bersama Nokia, mungkin membayar RIM agar mau menggunakan Bing. Pertarungan di segmen pencarian online pun diprediksi kian panas.

"Hal ini menunjukkan peperangan pencarian online dimulai. Kehadiran Ballmer (CEO Microsoft-red) di BlackBerry World adalah contoh pepatah 'musuh dari musuhku adalah temanku'. Dalam kasus ini, Google yang jadi musuh," kata analis Gartner, Michael Gartner.

Duet Microsoft dan RIM melawan Google dipandang sebagai sesuatu yang wajar. "RIM tak ingin memakai Google sebagai tools peta dan pencarian default sejak mereka berkompetisi sangat ketat dengan Android," kata Jack Gold, analis di J. Gold Associates.

Microsoft menerangkan bahwa Bing akan menjadi penyedia layanan pencarian default di browser dan peta BlackBerry. Saat ini, Bing telah dirilis sebagai aplikasi map dan pencarian di tablet BlackBerry PlayBook.

Para analis bertanya-tanya berapa uang yang dibayar Microsoft ke RIM dalam kesepakatan itu. Pertanyaan ini menyeruak karena Microsoft disebut-sebut juga membayar Nokia sekitar USD 1 miliar sebagai bagian kesepakatan penggunaan Windows Phone 7 di smartphone Nokia.

"Untuk menjadi provider di BlackBerry tidaklah gratis. Saya tidak tahu berapa angkanya, namun sudah jelas ini tidak gratis," tutur Kevin Burden, analis ABI Research seperti dikutip detikINET dari ComputerWorld, Rabu (4/5/2011).




( fyk / ash )

Check-in Foursquare Segera Bisa Lewat BBM

Jakarta - Kabar gembira bagi para 'Mayor' yang menggunakan BlackBerry. Sebentar lagi, check-in jejaring sosial berbasis lokasi Foursquare dapat dilakukan via BlackBerry Messenger (BBM).

Pengguna dapat memanfaatkan fitur BBM untuk melakukan sharing lokasi dan informasi, serta berinteraksi dengan pengguna lain melalui Foursquare yang telah dipasang secara native.

Hal itu dituturkan Research In Motion (RIM), Rabu (4/5/2011), pada ajang BlackBerry World 2011, seperti dikutip detikINET pada BlackBerryEmpire. Sayangnya hanya versi BlackBerry OS 7 nantinya yang akan mendukung aplikasi tersebut.

Pada kesempatan itu RIM juga menyampaikan bahwa BlackBerry ke depannya bakal lebih berfokus pada platform jejaring sosial. Tak hanya Foursquare, layanan ebook reader Kobo pun bakal terintegerasi ke dalam BBM pada BlackBerry OS 7 nanti.

Setelah Osama Tewas, AS Yakin Bisa Hancurkan Al Qaeda

Jakarta - Setelah Osama Bin Laden dipastikan tewas, Amerika Serikat semakin percaya diri memerangi organisasi Al Qaeda. AS meyakini pasca Osama tewas, kekuatan Al Qaeda semakin terdegradasi.

Kepala kontraterorisme Gedung Putih John Brennan mengatakan kematian Osama memukul semangat para pejuang Al Qaeda. "Kami akan mencoba mengambil keuntungan dari kesempatan yang kita miliki sekarang dengan kematian pemimpin Al Qaeda, bin Laden, untuk memastikan kami dapat menghancurkan organisasi itu," kata Brennan dalam acara Today NBC seperti dikutip reuter, Selasa (3/5/2011).

"Kami bertekad untuk melakukannya dan kami percaya kami bisa," ujarnya dengan yakin.

Sejak serangan tahun 2011 di New York dan Washington, Al Qaeda telah melahirkan kelompok yang berafiliasi di Timur Tengah dan Afrika Utara dan menginspirasi serangan kelompok militan di Eropa dan Amerika Serikat.

"Kami percaya bahwa kita telah merusak organisasi (Al Qaeda), kemampuannya terdegradasi dan membuatnya jauh lebih sulit untuk beroperasi di dalam maupun di luar Pakistan," terang Brennan.

Ketua Senat Komite Hubungan Luar Negeri John Kerry mengatakan dalam sebuah wawancara MSNBC pada hari Senin (2/5) kemarin, serangan pesawat tak berawak AS di Wilayah Federal Kesukuan Pakistan telah membunuh sebanyak 17 pemimpin senior Al Qaeda sebelum kematian Osama.

Sebelumnya, Direktur CIA Leon Panetta memperingatkan bahwa kematian Osama "hampir pasti" mendorong militan lainnya untuk mencoba melakukan serangan balasan.

Tapi Brennan berpendapat sebaliknya. Para pejabat AS menyadari tidak ada ancaman tertentu, hampir 48 jam setelah kematian Osama. "Tapi apa yang kita lakukan adalah kita mengambil semua tindakan yang bijaksana dalam setiap kali ada insiden penting seperti ini," kata Brennan dalam wawancara terpisah di ABC's "Good Morning America".

"Sekarang, saya pikir kami merasa sangat yakin bahwa kami berada di jalur yang tepat," tandasnya.

Arema Dijajah Jepang


KANJURUHAN – Siapa bilang Jepang sudah tidak menjajah Indonesia. Paling tidak di Bhumi Arema. Kemarin, Jepang benar-benar menunjukkan keperkasaannya. Diwakili Cerezo Osaka, Jepang membuat takluk wakil Indonesia, Arema di ajang Liga Champion Asia.
Arema sendiri, sepertinya memang sangat sulit untuk dapat menggapai angka penuh di ajang AFC Champions League (LCA). Sore kemarin, tim berjuluk Singo Edan ini harus mengakui keunggulan tamunya, Cerezo Osaka setelah dibekuk 0-4 (0-2) di lanjutan penyisihan Grup G.
Pesta kemenangan Cerezo di kandang singa dimulai oleh gol Hiroshi Kiyotake menit 31. Striker Ridrigo Pimpao sukses menggandakan keunggulan menjadi 2-0 melalui golnya di menit 43. Sementara, dua gol tambahan Cerezo yang terjadi di babak kedua diborong oleh gelandang serangnya, Takashi Inui menit 46 dan 60.
Kekalahan ini membuat posisi Arema semakin sulit untuk lepas dari dasar klasemen sementara Grup G. Sebaliknya, bagi Cerezo, kemenangan tersebut sangat membuka jalan bagi mereka untuk bisa lolos ke babak 16 besar mendatang. Meski demikian, mereka masih terus bersaing dengan dua tim lainnya, Shandong Luneng asal China dan Jeonbuk Hyundai asal Korea Selatan.
Dalam laga yang dipimpin wasit Khalil Al Ghamdi (Saudi Arabia), Arema tampil langsung menggebrak. Tim asuhan pelatih Miroslav 'Miro ' Janu Mengandalkan Noh Alam Shah sebagai target man didukung Dendi Santoso dan Chmelo Roman yang beroperasi dari second line.
Singo Edan nyaris mencuri gol andai umpan silang datar Roman menit 3 mampu dijangkau Dendi dan Esteban Guillen yang berdiri bebas di depan gawang Cerezo tanpa kawalan. Kiper Cerezo, Kim Jin Hyeon pun hanya melongoh saat bola melintasi depan gawangnya.
Tampil di kandang sendiri, Arema tampil menyerang dengan memaksimalkan umpan satu dua sentuhan dari kaki ke kaki. Strategi ini tidak seperti yang diterapkan saat mereka kalah 1-2 oleh Cerezo di Jepang, 2 Maret lalu. Kala itu, Noh Alam Shah dkk tampil lebih menunggu dengan mengandalkan serangan balik. Arema juga menciptakan peluang shoting Dendi Santoso tapi lemah dan melenceng jauh dari gawang menit 8.
Melewati 10 menit pertama giliran Cerezo yang mulai memberikan ancaman kepada tuan rumah. Diawali aksi kombinasi antara Rodrigo Pimpao dengan Takashi Inui namun mampu dihadang barisan belakang Arema. Selain itu, permainan cepat satu dua sentuhan mereka juga sangat membahayakan gawang Kurnia Meiga. Hanya saja, semuanya masih dinetralisir oleh lini tengah dan belakang Arema.
Arema yang mulai tertekan justru mampu menghasilkan peluang cetak gol melalui Roman menit 21, hanya saja bola hasil aksi solo runnya dengan mudah diantisipasi pemain belakang Cerezo. Tim tamu membalas lewat shooting Pimpao dan Inui yang secara bergantian membahayakan gawang Arema. Upaya Cerezo untuk membobol gawang Arema membuahkan hasil di menit 31.
Meski sempat diwarnai dua kartu kuning masing untuk Kurata Shu dan Luiz Martines, Cerezo unggul 1-0 atas Arema buah Hiroshi Kiyotake menit 31. Gol ini terjadi dari hasil umpan satu dua sentuhan dari kaki Inui dengan Rodrigo, setelah masuk kotak penalti, bola kemudian dioperkan ke Kurata yang juga cerdik melepaskan diri dari kawalan barisan belakang Arema.
Tuan rumah Singo Edan tersentak dan coba membalasnya. Tapi apa daya, serangan yang dibangun Noh Alam Shah dkk gampang sekali dibaca lawan. Di menit 36, Ridhuan melepaskan tendangan spekulasi jarak jauh tapi shootingnya menceng di sisi kanan gawang Cerezo.
Terlalu bernafsu menyerang, lawan kembali mengancam lewat aksi Inui menit 40. Beruntung, Zulkifli Sukur masih mampu memblok dan hanya menghasilkan corner kick bagi tim tamu. Dua menit sebelum turun minum, Cerezo menggandakan keunggulan lewat dol dari shooting kaki Rodrigo. Pemain asal Brasil ini berhasil sebuah serangan balik dar hasil mencuri bola dari penguasaan Noh Alam. Skor 2-0 untuk Cerezo bertahan hingga masa jedah.
Di awal babak kedua, disaat laga belum genap berumur semenit, Cerezo menambah keunggulan menjadi 3-0 atas Arema melalui Inui. Gol ketiga lawan ini menandai mulainya permainan tidak berkembang Arema. Motifasi dari beberapa pemain Arema pun terlihat langsung menurun untuk mengejar ketertinggalan. Paling tidak, mereka sering kali salah posisi serta tidak akurat dalam passing dan kontrol.
So, Cerezo yang datang ingin memenangi laga untuk menjaga asah lolos ke babak 16 besar terus melanjutkan parade tekanannya ke Arema. So, pemain Cerezo sangat bersemangat menghadapi Singo Edan yang sudah mulai kehilangan taring. Banyak peluang cetak gol pun diciptakan tim asuhan Levir Culpi. Mereka tampak leluasa mengobrak-abrik lini pertahanan Arema. Beruntung, kiper Achmad Kurniawan yang masuk menggantikan Kurnia Meiga setelah turun minum ini sepertinya tidak ingin gawangnya menjadi lumbung dengan banyak melakukan penyelamatan.
Rodrigo, Inui dan Hiroshi ini menjadi trisula maut lini depan Cerezo. Namun, segala upaya untuk menambah perbendaharaan gol baru berhasil ketika memasuki menit ke 60. Inui kembali menjadi actor kemenangan Cerezo melalui shotingnya dan mengubah skor menjadi 4-0. Selepas gol ini, Arema hanya memiliki satu peluang emas yang seharusnya bisa menjadi gol melalui Roman. Namun, gelandang asal Slovakia ini gagal memaksimalkan umpan pendek Dendy setelah tendangan kaki kirinya mampu diamankan dengan baik kiper Jin Hyeon. Skor 4-0 untuk keunggulan Cerezo bertahan peluit panjang tanda laga berakhir. (poy/bua)

Senin, 24 Januari 2011

PALEMBANG-Jika mengacu jadwal pendaftaran empat pemain asing Arema untuk tampil di Liga Champions Asia 2011, akhir Januari ini harusnya adalah batas terakhir. Namun hingga saat ini, Arema belum juga mendapatkan tambahan stopper asing untuk menggantikan posisi Pierre Njanka.
Satu stopper asal Toggo, Latevi Julies sudah dipulangkan karena kualitasnya tak memenuhi keinginan pelatih. Kondisi ini memaksa manajemen Arema bergerak cepat untuk mendapatkan tambahan satu pemain asing, khususnya di lini belakang jika ingin ditampilkan di LCA.
Salah satu nama stopper asing yang kini tengah ditunggu Arema adalah Abanda Herman. Kabarnya stopper asal Kamerun ini sudah tak diinginkan tim Persema lagi. Meski pelatih Arema, Miroslav Janu mulai memikirkan tambahan satu striker asing jika tak kunjung mendapatkan stopper asing.
Kebetulan Miro sempat disodori striker asal Kamerun, Emile Bertrand Mbamba yang dibawa oleh Francis Yonga. Sayangnya hingga saat ini belum bisa dipastikan, tambahan satu pemain asing Arema ini untuk striker ataukah stopper asing mengisi posisi Njanka.
“Soal Abanda, saya sudah dihubungi Yonga, tapi seperti saya katakan, kalau Abanda hanya mau cari uang saja di Arema, itu tidak bisa, ya kita lihat nanti. Sedangkan untuk Mbamba, saya tahu dia, kalau saya mau, dia bisa datang ke Arema, tergantung pengurus,” ungkap Miro.
Kebetulan manajemen sudah menjalin komunikasi dengan Yonga, terkait kemungkinan untuk mendatangkan Abanda. Sayangnya sampai saat ini Abanda sendiri belum datang di Indonesia.
“Ya, manajemen sudah menjalin komunikasi, tapi masih belum ada kepastian,” jelas manajer media officer Arema, Sudarmaji.
Sementara itu, Francis Yonga yang menjadi agen untuk Abanda mengaku pemainnya itu belum datang ke Indonesia karena ada masalah dengan paspornya. Menurut Yonga, paspor milik Abanda masih ditahan di Nigeria karena tengah bermasalah dengan sponsornya ke Indonesia.
“Abanda belum datang karena ada masalah dengan paspornya di Nigeria, itu karena terkait dengan sponsornya untuk datang ke Indonesia. Persema sekarang ke LPI, jadi dia tidak bisa datang karena itu dan sekarang dia harus pakai visa baru, dan sudah dalam perjalanan ke Indonesia, dia harus ganti sponsor,” jelas Yonga.
“Soal dia kemana, masih belum ambil keputusan, yang pasti dia belum datang karena ada masalah paspornya. Untuk kepastiannya, masih menunggu dia datang dulu, dia datang dengan pakai visa turis dulu, dengan sponsor baru, kalau sudah dapat klub baru, dia akan mengurus visa kerja,” sambungnya.
Lebih lanjut, Yonga mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan pihak manajemen Arema. Menurutnya saat ini tinggal menunggu kedatangan Abanda dan menunggu penawaran dari Arema. “Semua tergantung Abanda,” sebut Yonga mengaku Abanda masih ada urusan dengan Persema.
“Soal Mbamba, saya sudah bicara dengan Miro, dan saat ini juga tergantung penawaran dari Arema saja. Miro katanya mau bicara dulu dengan pengurus. Jadi kita sekarang tergantung penawaran dari Arema, karena LPI beri penawaran yang bagus. Ya kalau penawaran Arema sedikit dibawah LPI, Mbamba tidak masalah ke Arema,” yakin Yonga. (bua/jon)